Jakarta, 23 Mei 2026 – Penjualan sapi kurban di sejumlah wilayah Jakarta dilaporkan tetap tinggi menjelang Idul Adha 2026 meski harga hewan ternak mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Para pedagang mengaku permintaan masyarakat terhadap sapi kurban masih cukup besar, terutama untuk ukuran menengah hingga besar yang banyak dicari oleh kelompok masyarakat, perusahaan, maupun panitia kurban di lingkungan masjid. Pengamat ekonomi peternakan menjelaskan bahwa kenaikan harga sapi menjelang Idul Adha merupakan kondisi yang umum terjadi karena meningkatnya permintaan dalam waktu bersamaan di berbagai daerah. Meski demikian, antusiasme masyarakat untuk berkurban dinilai masih kuat sehingga aktivitas perdagangan hewan ternak tetap ramai di sejumlah titik penjualan ibu kota.
Menurut para pedagang, kenaikan harga sapi tahun ini dipengaruhi beberapa faktor mulai dari biaya pakan, transportasi, hingga distribusi ternak dari daerah penghasil menuju Jakarta. Selain itu, biaya perawatan hewan dan operasional penjualan di kota besar juga disebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pengamat perdagangan ternak menjelaskan bahwa rantai distribusi hewan kurban melibatkan biaya cukup besar karena banyak sapi didatangkan dari wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Nusa Tenggara. Faktor cuaca dan biaya logistik yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir juga disebut ikut memengaruhi harga jual hewan kurban di tingkat pedagang.
Meski harga mengalami kenaikan, banyak masyarakat disebut tetap membeli sapi kurban karena menganggap ibadah kurban memiliki nilai spiritual dan sosial yang sangat penting. Beberapa pembeli bahkan mulai memesan sapi sejak jauh hari untuk menghindari kenaikan harga yang lebih tinggi mendekati hari raya. Pengamat sosial keagamaan menjelaskan bahwa tradisi berkurban di Indonesia memiliki keterikatan kuat dengan budaya gotong royong dan kepedulian sosial. Karena itu, permintaan hewan kurban biasanya tetap stabil setiap tahun meski kondisi ekonomi dan harga pasar mengalami perubahan.
Di sisi lain, tingginya penjualan sapi kurban juga memberikan dampak positif terhadap sektor peternakan rakyat dan perdagangan hewan. Banyak peternak mengaku momentum Idul Adha menjadi periode paling penting untuk memperoleh pendapatan lebih besar dibanding bulan-bulan biasa. Aktivitas penjualan ternak menjelang hari raya juga membantu menggerakkan ekonomi berbagai sektor lain seperti jasa transportasi, pekerja kandang, hingga penjual pakan ternak. Pengamat ekonomi daerah menilai perputaran ekonomi selama musim kurban memiliki kontribusi cukup besar terhadap aktivitas perdagangan masyarakat, terutama di sentra peternakan dan kota-kota besar.
Tetap tingginya penjualan sapi kurban di Jakarta meski harga naik menunjukkan bahwa semangat masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban masih sangat kuat. Para pedagang berharap tren positif tersebut terus bertahan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha sehingga seluruh stok hewan dapat terserap pasar dengan baik. Pengamat ekonomi peternakan menilai kestabilan permintaan hewan kurban setiap tahun menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi berbasis peternakan di berbagai daerah Indonesia.