Jakarta, 4 September 2026 – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) segera mengumumkan 12 pemain terbaik yang akan memperkuat Timnas Basket Putra Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Proses penentuan skuad final masih berlangsung melalui pemusatan latihan yang digelar di ROAR Performance Center, Kemang, Jakarta Selatan, sejak 2 September 2026. Hampir seluruh pemain yang sebelumnya tampil pada Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 kembali mengikuti program tersebut. Mereka bergabung dengan sejumlah pemain berpengalaman yang secara khusus dipanggil untuk persiapan Asian Games. Tim pelatih akan menggunakan periode terakhir ini untuk menentukan komposisi yang dinilai paling siap menghadapi persaingan tingkat Asia.
Managing Director Badan Tim Nasional DPP Perbasi Jeremy Imanuel Santoso menegaskan bahwa daftar 12 pemain yang sempat beredar bukan merupakan roster final Indonesia. Daftar tersebut berasal dari long list yang telah dikirim Perbasi kepada panitia Asian Games sekitar satu setengah bulan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan administrasi. Komposisi itu karena itu masih dapat berubah sebelum pendaftaran final diselesaikan. Jeremy menyebut proses menentukan 12 pemain sebenarnya telah berjalan sekitar dua pekan. Namun, setiap perubahan nama juga membutuhkan proses administrasi secara bertahap bersama Asian Games Committee sehingga pengumuman resmi tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Dalam daftar yang sempat beredar terdapat sejumlah pemain berpengalaman seperti Ali Bagir Alhadar, Jerome Anthony Beane, Marques Terrell Bolden, Andakara Prastawa, Dame Diagne, Rio Disi, Abraham Damar Grahita, Brandon Jawato, Lester Prosper, Yudha Saputera, Jordan Charles Williams, dan Derrick Michael Xzavierro. Meski nama-nama tersebut tercantum dalam data Asian Games, Perbasi menegaskan masyarakat belum dapat menganggapnya sebagai skuad final. Penentuan pemain masih mempertimbangkan kondisi terkini, kebutuhan teknis, keseimbangan setiap posisi, serta kesiapan pemain menjelang keberangkatan. Perbasi berencana mempublikasikan 12 nama yang benar-benar akan berlaga dalam beberapa hari ke depan. Dengan demikian, keputusan terakhir tetap berada di tangan tim nasional setelah seluruh proses seleksi dan administrasi diselesaikan.
Pemusatan latihan kali ini juga diperkuat empat pemain yang sebelumnya mendapatkan panggilan khusus untuk persiapan Asian Games, yakni Brandon Jawato, Lester Prosper, Abraham Damar Grahita, dan Andakara Prastawa. Kehadiran mereka memberikan tambahan pengalaman bagi tim yang baru kembali dari Malaysia. Sebagian besar pemain lain sebelumnya telah menjalani pertandingan kompetitif pada Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 sehingga berada dalam kondisi pertandingan yang relatif terjaga. Tim pelatih kini memiliki kesempatan membandingkan performa setiap pemain sebelum menentukan kombinasi terbaik. Persaingan memperebutkan 12 tempat pun diperkirakan ketat karena Indonesia membutuhkan skuad dengan kedalaman yang cukup untuk menghadapi lawan-lawan kuat.
David Singleton kembali dipercaya menangani Timnas Basket Putra untuk persiapan menuju Asian Games. Pelatih tersebut memiliki tugas besar karena Indonesia tergabung di Pool A bersama tuan rumah Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Ketiga negara memiliki pengalaman panjang di level Asia serta kualitas pemain yang membuat persaingan grup diperkirakan berlangsung berat. Indonesia sendiri memasuki turnamen dengan posisi peringkat yang lebih rendah dibandingkan seluruh rivalnya di grup. Kondisi tersebut membuat pemilihan roster harus mempertimbangkan bukan hanya kemampuan individu, tetapi juga kecocokan pemain dengan sistem yang akan diterapkan selama turnamen.
Target awal Indonesia adalah berusaha lolos dari fase pool. Tantangan tersebut membutuhkan konsistensi karena setiap pertandingan akan mempertemukan skuad Merah Putih dengan karakter lawan yang berbeda. Jepang memiliki kecepatan dan organisasi permainan yang kuat, sementara Korea Selatan selama ini dikenal memiliki kualitas tembakan jarak jauh serta permainan kolektif yang baik. Arab Saudi juga tidak dapat dipandang ringan karena mempunyai keunggulan fisik dan pengalaman menghadapi kompetisi Asia. Tim pelatih karena itu membutuhkan kombinasi pemain yang mampu menjaga pertahanan sekaligus memiliki variasi serangan ketika menghadapi tekanan.
Kondisi fisik juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan 12 pemain terakhir. Sejumlah anggota tim baru menyelesaikan rangkaian pertandingan Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 di Seremban, Malaysia, sehingga staf pelatih perlu mengatur pemulihan mereka dengan cermat. Pada saat bersamaan, pengalaman pertandingan kompetitif tersebut dapat menjadi keuntungan karena pemain tidak membutuhkan waktu terlalu panjang untuk kembali mendapatkan ritme. Kehadiran pemain tambahan memungkinkan Singleton melakukan berbagai simulasi sebelum mengambil keputusan akhir. Setiap sesi latihan menjadi kesempatan bagi pemain untuk menunjukkan bahwa dirinya layak mendapatkan tempat dalam skuad yang berangkat ke Jepang.
Perbasi sebelumnya memang menegaskan keinginannya mengirimkan komposisi terbaik pada Asian Games 2026. Kesempatan tampil di ajang multievent terbesar Asia dinilai penting untuk mengukur perkembangan basket Indonesia ketika berhadapan langsung dengan negara-negara papan atas kawasan. Selain mengejar hasil pertandingan, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari pembangunan tim nasional dalam jangka lebih panjang. Pemain akan mendapatkan kesempatan menghadapi tekanan, intensitas, dan kualitas permainan yang berbeda dibandingkan kompetisi domestik. Evaluasi dari Asian Games nantinya juga dapat digunakan sebagai bahan pengembangan Timnas Indonesia menghadapi agenda internasional berikutnya.
Keikutsertaan Timnas Basket Putra 5×5 Indonesia di Asian Games 2026 sendiri diperoleh setelah adanya perubahan komposisi peserta. Indonesia mendapatkan kesempatan tampil setelah salah satu negara yang berada di atasnya dalam antrean peserta mengundurkan diri. Kondisi tersebut membuat waktu persiapan khusus menuju Asian Games relatif terbatas, tetapi Perbasi terbantu karena program tim nasional sebelumnya telah berjalan untuk menghadapi Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029. Program latihan kemudian disinkronkan sehingga pemain dapat langsung melanjutkan persiapan menuju Jepang. Situasi itu membuat kesinambungan program menjadi penting agar waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain tim putra 5×5, Indonesia juga mengirimkan tim basket putri 5×5 serta tim putra dan putri 3×3 pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kehadiran empat tim membuat cabang olahraga bola basket Indonesia tampil dengan komposisi lengkap pada pesta olahraga tersebut. Masing-masing tim menjalani program persiapan berbeda sesuai format pertandingan dan karakter lawan yang akan dihadapi. Untuk sektor putra 5×5, fokus terdekat tetap berada pada pemilihan 12 pemain dan pematangan strategi sebelum pertandingan dimulai. Perbasi berharap proses terakhir tersebut dapat menghasilkan skuad yang mampu bersaing secara maksimal meski berada di grup berat.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju pertandingan pertama, keputusan mengenai 12 pemain kini menjadi salah satu agenda paling penting bagi Timnas Basket Putra Indonesia. Perbasi meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi dan tidak menjadikan daftar yang beredar sebelumnya sebagai komposisi final. David Singleton bersama staf pelatih masih melakukan penilaian menyeluruh terhadap pemain yang mengikuti pemusatan latihan sebelum menentukan skuad terakhir. Kombinasi pengalaman, kondisi fisik, kemampuan teknis, dan kebutuhan strategi akan menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Setelah 12 pemain diumumkan, perhatian berikutnya akan beralih pada perjuangan Indonesia menghadapi Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi untuk mengejar target lolos dari fase pool Asian Games 2026.