Jakarta, 1 Oktober 2026 – Pemandangan jalan raya di banyak negara Eropa terlihat berbeda dibandingkan Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara. Sepeda motor tetap digunakan dan bahkan populer di beberapa kota, terutama di kawasan Eropa Selatan, tetapi secara umum jumlahnya tidak mendominasi lalu lintas seperti di Indonesia. Mobil pribadi, transportasi umum, sepeda, dan berjalan kaki memiliki porsi mobilitas yang relatif lebih besar. Kondisi tersebut bukan berarti masyarakat Eropa tidak menyukai sepeda motor. Perbedaannya muncul akibat kombinasi iklim, sistem transportasi, pola permukiman, hingga kebutuhan mobilitas masyarakat.
Cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penggunaan kendaraan roda dua. Banyak wilayah Eropa mengalami musim dingin dengan suhu rendah, hujan, salju, serta permukaan jalan yang dapat menjadi licin akibat es. Kondisi seperti itu membuat sepeda motor kurang praktis digunakan sepanjang tahun dibandingkan mobil atau angkutan umum. Pengendara juga membutuhkan perlengkapan tambahan untuk menghadapi suhu dingin dan cuaca buruk. Akibatnya, penggunaan sepeda motor di sejumlah negara lebih bersifat musiman dan meningkat ketika cuaca mulai hangat.
Faktor berikutnya adalah jaringan transportasi umum yang relatif berkembang di banyak kota besar Eropa. Kereta perkotaan, metro, trem, dan bus menyediakan alternatif perjalanan tanpa harus memiliki kendaraan pribadi. Kota seperti Paris, London, Berlin, Amsterdam, Madrid, dan Wina memiliki jaringan angkutan umum yang memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan sehari-hari dengan kombinasi beberapa moda. Di pusat kota yang padat, menggunakan transportasi umum juga dapat mengurangi kebutuhan mencari tempat parkir. Situasi tersebut berbeda dengan wilayah yang pilihan angkutan umumnya lebih terbatas sehingga kendaraan roda dua menjadi alat mobilitas utama.
Sepeda juga mengambil sebagian fungsi yang di Indonesia sering dipenuhi oleh sepeda motor, terutama untuk perjalanan pendek. Infrastruktur jalur sepeda berkembang kuat di negara seperti Belanda dan Denmark serta terus diperluas di sejumlah kota Eropa lainnya. Untuk perjalanan beberapa kilometer, masyarakat dapat memilih bersepeda atau menggunakan sepeda listrik tanpa membutuhkan bahan bakar. Kebijakan perkotaan yang mendorong mobilitas aktif turut memperkuat pilihan tersebut. Akibatnya, kebutuhan memiliki sepeda motor hanya untuk perjalanan jarak dekat menjadi lebih kecil bagi sebagian penduduk.
Biaya dan regulasi turut menentukan pola penggunaan kendaraan roda dua. Pengendara harus memenuhi persyaratan surat izin mengemudi sesuai kategori kendaraan, sementara standar keselamatan dan emisi juga relatif ketat. Di sejumlah kota, kebijakan lingkungan membatasi kendaraan dengan emisi tinggi untuk memasuki kawasan tertentu. Kepemilikan kendaraan juga berkaitan dengan biaya asuransi, perawatan, bahan bakar, pajak, dan perlengkapan keselamatan. Ketika transportasi umum tersedia dengan baik, sebagian masyarakat akhirnya menilai kendaraan pribadi tidak selalu menjadi kebutuhan utama.
Meski demikian, anggapan bahwa Eropa hampir tidak memiliki sepeda motor juga kurang tepat. Negara-negara Eropa Selatan seperti Italia, Spanyol, Yunani, dan Portugal memiliki budaya penggunaan sepeda motor serta skuter yang cukup kuat. Cuaca yang lebih hangat membuat kendaraan roda dua lebih nyaman digunakan dalam periode yang lebih panjang sepanjang tahun. Kota-kota dengan jalan sempit dan kawasan bersejarah juga membuat skuter praktis untuk mobilitas perkotaan. Karena itu, tingkat penggunaan sepeda motor di Eropa sangat berbeda antara satu negara dan wilayah dengan wilayah lainnya.
Perbedaan paling besar antara Eropa dan Indonesia pada akhirnya terletak pada fungsi kendaraan roda dua dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, sepeda motor menjadi moda utama bagi banyak keluarga karena relatif terjangkau, fleksibel, mudah digunakan di jalan padat, dan mampu menjangkau wilayah yang belum terlayani transportasi umum secara optimal. Di banyak bagian Eropa, fungsi tersebut telah dibagi antara mobil, kereta, bus, trem, sepeda, dan perjalanan dengan berjalan kaki. Faktor iklim dan regulasi kemudian semakin memengaruhi pilihan masyarakat. Jadi, sepeda motor bukan barang langka di Eropa, tetapi perannya dalam sistem transportasi secara umum tidak sebesar yang terlihat di Indonesia.