Jakarta, 7 Oktober 2026 –
Sebagian orang ternyata dapat tidur dengan kondisi mata tidak tertutup sepenuhnya. Kondisi ini dikenal sebagai nocturnal lagophthalmos, yaitu keadaan ketika kelopak mata gagal menutup sempurna selama seseorang tertidur. Penderitanya sering tidak menyadari kondisi tersebut karena terjadi ketika mereka sedang tidur. Dalam beberapa kasus, orang terdekat justru menjadi pihak pertama yang melihat mata tetap sedikit terbuka pada malam hari. Meski terlihat tidak berbahaya, kondisi yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan gangguan pada permukaan mata.
Ketika tidur normal, kelopak mata akan menutup dan membantu menjaga permukaan mata tetap lembap. Kondisi tersebut juga memberikan perlindungan terhadap debu, udara, cahaya, dan benda asing selama seseorang beristirahat. Apabila kelopak tidak tertutup sempurna, sebagian kornea dapat terus terpapar udara sepanjang malam. Air mata yang melapisi permukaan mata pun lebih mudah menguap sehingga mata menjadi kering. Akibatnya, seseorang dapat mengalami keluhan ketika bangun pada pagi hari.
Gejala yang muncul dapat berupa mata kering, terasa seperti berpasir, perih, kemerahan, atau sensitif terhadap cahaya. Sebagian orang juga dapat mengalami penglihatan kabur sesaat setelah bangun tidur. Mata yang terus berair juga mungkin terjadi karena tubuh mencoba merespons permukaan mata yang terlalu kering. Tingkat keluhan berbeda pada setiap orang dan bergantung pada seberapa besar bagian mata yang tetap terbuka selama tidur. Kondisi ringan bahkan dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas.
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan seseorang tidur dengan mata terbuka. Gangguan pada saraf yang mengendalikan otot wajah dapat membuat kelopak mata sulit menutup sempurna. Perubahan struktur kelopak mata, cedera, jaringan parut, maupun kondisi setelah prosedur tertentu di sekitar mata juga dapat menjadi penyebab. Pada sebagian orang, bentuk anatomi kelopak secara alami membuat penutupan mata tidak sempurna ketika tidur. Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan diperlukan apabila kondisi tersebut menimbulkan keluhan berulang.
Masalah pada saraf wajah juga dapat berpengaruh karena otot yang digunakan untuk menutup kelopak mata membutuhkan fungsi saraf yang baik. Ketika terdapat gangguan pada mekanisme tersebut, kemampuan mata untuk menutup dapat berkurang. Kondisi tertentu yang membuat bola mata lebih menonjol juga berpotensi menyebabkan kelopak sulit menutup seluruh permukaan mata. Namun, seseorang yang tidur dengan mata sedikit terbuka tidak otomatis mengalami penyakit tertentu. Penentuan penyebab membutuhkan evaluasi berdasarkan kondisi masing-masing individu.
Dampak utama yang perlu diperhatikan adalah kekeringan dan iritasi pada permukaan mata. Jika paparan terjadi berulang dalam waktu lama, kornea dapat mengalami gangguan karena tidak memperoleh perlindungan yang optimal ketika tidur. Dalam kondisi lebih berat, permukaan kornea dapat mengalami luka dan meningkatkan risiko masalah penglihatan. Karena itu, keluhan seperti nyeri mata yang menetap, kemerahan berat, atau perubahan penglihatan tidak sebaiknya diabaikan. Pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu menentukan kondisi kornea sekaligus kemampuan kelopak menutup.
Penanganannya bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan. Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan pelumas mata untuk membantu mempertahankan kelembapan selama tidur. Metode untuk membantu kelopak tetap tertutup pada malam hari juga dapat digunakan berdasarkan rekomendasi tenaga medis. Apabila terdapat masalah struktur kelopak atau gangguan lain yang lebih berat, penanganan khusus mungkin diperlukan. Tujuan utama terapi adalah menjaga kornea tetap terlindungi sekaligus mengatasi faktor yang membuat kelopak tidak dapat menutup sempurna.
Tidur dengan mata terbuka dengan demikian bukan sekadar kebiasaan unik yang terjadi tanpa alasan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan mekanisme kelopak, saraf wajah, maupun perubahan struktur di sekitar mata. Jika hanya terjadi sesekali tanpa keluhan, kondisi mungkin tidak memberikan dampak berarti, tetapi gejala yang berlangsung berulang perlu mendapatkan perhatian. Mata yang terus terasa kering atau sakit setiap bangun tidur dapat menjadi salah satu tanda yang patut diperiksa. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah iritasi berkepanjangan dan melindungi kesehatan permukaan mata.