London, 30 Agustus 2026 – Tottenham Hotspur kembali mengalami hasil buruk pada awal Liga Inggris 2026/2027 setelah takluk 0-2 dari Newcastle United di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (29/8/2026). Kekalahan tersebut menjadi yang kedua secara beruntun bagi Spurs setelah sebelumnya mereka dihantam Brentford dengan skor 0-3 pada pertandingan pembuka. Lebih mengecewakan lagi, Tottenham belum mampu mencetak satu gol pun dalam dua pertandingan tersebut sehingga harus berada di dasar klasemen sementara. Situasi itu tentu menjadi tekanan tersendiri bagi Roberto De Zerbi yang baru membangun kembali tim setelah klub melakukan perubahan besar pada skuad musim panas ini.
Menghadapi hasil mengecewakan tersebut, De Zerbi memilih untuk tidak langsung menunjukkan kepanikan. Pelatih asal Italia itu menilai masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan besar mengenai kemampuan Tottenham sepanjang musim. Menurutnya, tim membutuhkan waktu untuk membangun keseimbangan, menemukan karakter permainan, serta membentuk mentalitas yang sesuai dengan tuntutan kompetisi. De Zerbi melihat adanya sejumlah perkembangan positif dalam pertandingan melawan Newcastle, khususnya pada periode awal pertandingan ketika Spurs mampu menguasai permainan dan menciptakan tekanan. Namun, performa tersebut tidak mampu dipertahankan setelah pertandingan memasuki babak kedua.
De Zerbi mengakui bahwa persoalan terbesar Tottenham saat ini berkaitan dengan mentalitas dan kemampuan mempertahankan konsentrasi ketika menghadapi situasi sulit. Tottenham sebenarnya tampil cukup baik selama sekitar satu jam pertandingan dan memiliki beberapa peluang untuk membuka keunggulan. Akan tetapi, setelah Newcastle mencetak gol melalui Anthony Elanga pada menit ke-62, permainan Spurs mengalami perubahan drastis. Tim terlihat kehilangan ketenangan dan kesulitan memberikan respons yang efektif. Newcastle kemudian memanfaatkan keadaan tersebut untuk mencetak gol kedua melalui Yoane Wissa pada menit ke-72, sekaligus memastikan Tottenham kembali kehilangan tiga poin di hadapan pendukungnya sendiri.
Kekalahan tersebut terasa semakin berat karena Tottenham sebenarnya telah melakukan investasi besar untuk memperkuat skuad. Klub mengeluarkan lebih dari 300 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas untuk mendatangkan sejumlah pemain baru. Sandro Tonali menjadi salah satu pembelian terbesar, sementara nama-nama seperti Omar Marmoush, Andy Robertson, Marcos Senesi, dan Jan Paul van Hecke juga masuk dalam proyek baru De Zerbi. Namun, banyaknya pemain baru membuat proses membangun kekompakan tidak bisa berlangsung secara instan. De Zerbi kini menghadapi tugas untuk menggabungkan pemain lama dan pemain baru menjadi sebuah tim yang memiliki pemahaman serta karakter permainan yang sama.
Pelatih Tottenham tersebut juga menyadari bahwa investasi besar tidak otomatis menghasilkan kemenangan. Mendatangkan pemain berkualitas memang dapat meningkatkan pilihan yang tersedia bagi seorang pelatih, tetapi membangun hubungan antarpemain dan membentuk mentalitas pemenang membutuhkan proses yang lebih panjang. Setiap pemain harus memahami peran masing-masing, mengetahui bagaimana rekan setim bergerak, serta mampu mengambil keputusan tepat ketika pertandingan berada dalam tekanan. Proses tersebut menjadi semakin rumit ketika sebuah tim mengalami perubahan komposisi dalam jumlah besar hanya dalam satu periode transfer.
Kondisi Tottenham pada awal musim ini juga memperlihatkan persoalan di lini depan. Dalam dua pertandingan Liga Inggris, Spurs belum berhasil mencetak satu gol pun. Mereka sempat menciptakan beberapa peluang ketika menghadapi Newcastle, tetapi penyelesaian akhir belum mampu mengubah peluang tersebut menjadi gol. Omar Marmoush menjadi salah satu pemain yang mendapat kesempatan untuk mencetak gol, namun usahanya masih dapat digagalkan kiper Newcastle. Situasi tersebut menunjukkan bahwa Tottenham tidak hanya membutuhkan permainan yang bagus dari tengah hingga pertahanan, tetapi juga efektivitas ketika berada di area penalti lawan.
De Zerbi sebelumnya sudah menghadapi situasi serupa ketika Tottenham kalah telak dari Brentford pada pekan pertama. Saat itu, ia meminta maaf kepada pemain dan suporter atas penampilan tim yang dianggap belum memenuhi harapan. De Zerbi juga mengakui kondisi fisik skuad belum berada pada tingkat ideal karena sejumlah pemain terlambat bergabung setelah membela negara masing-masing di Piala Dunia 2026. Persiapan yang tidak sepenuhnya optimal menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi sebelum musim dimulai. Kini, setelah dua pertandingan kompetitif berjalan, De Zerbi harus segera menemukan solusi agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi tren negatif yang lebih panjang.
Meski hasil pertandingan belum sesuai harapan, De Zerbi tetap melihat adanya alasan untuk optimistis. Permainan Tottenham pada babak pertama ketika menghadapi Newcastle menunjukkan bahwa para pemain sebenarnya mampu menjalankan rencana permainan dengan baik. Masalah muncul ketika pertandingan memasuki fase yang lebih sulit dan lawan berhasil menemukan celah. Bagi De Zerbi, kemampuan mempertahankan performa selama 90 menit menjadi pekerjaan penting yang harus diperbaiki. Tottenham tidak cukup hanya tampil bagus selama satu jam karena kompetisi level tertinggi menuntut konsistensi dari awal hingga akhir pertandingan.
Tekanan terhadap De Zerbi tentu semakin besar karena ekspektasi terhadap Tottenham juga meningkat setelah belanja pemain yang sangat besar. Suporter berharap investasi tersebut dapat segera menghasilkan peningkatan performa setelah klub sebelumnya menjalani musim yang sulit. Tottenham musim lalu bahkan sempat berada dalam situasi yang membuat mereka harus berjuang keras untuk menghindari ancaman degradasi. Karena itu, awal musim yang kembali diwarnai dua kekalahan tentu menimbulkan kekhawatiran. Namun, kompetisi baru berjalan dua pekan sehingga masih tersedia banyak pertandingan untuk memperbaiki posisi dan membangun momentum.
De Zerbi meminta para pemainnya tetap tenang dan tidak kehilangan keyakinan hanya karena hasil awal yang buruk. Baginya, membangun proyek baru membutuhkan kesabaran sekaligus kerja keras setiap hari. Para pemain harus memahami bahwa tekanan tidak akan hilang hanya dengan satu kemenangan, tetapi kepercayaan diri dapat mulai tumbuh apabila mereka mampu menunjukkan perkembangan dari pertandingan ke pertandingan. Pelatih juga harus menemukan komposisi terbaik dari pemain yang tersedia, terutama setelah sejumlah pemain baru membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem permainan yang diterapkan.
Kekalahan dari Newcastle sekaligus menjadi gambaran mengenai pekerjaan besar yang masih harus dilakukan Tottenham. Mereka membutuhkan keseimbangan antara penguasaan bola, ketajaman serangan, konsentrasi pertahanan, serta kemampuan merespons ketika lawan mencetak gol lebih dahulu. Jika salah satu aspek tersebut gagal berjalan, permainan Spurs dapat kembali kehilangan arah seperti yang terjadi pada babak kedua. De Zerbi harus memastikan para pemain tidak mudah kehilangan kepercayaan diri ketika menghadapi tekanan. Mentalitas tersebut menjadi salah satu fondasi utama yang ingin dibangun sang pelatih dalam proyek barunya.
Kini perhatian Tottenham akan beralih ke pertandingan berikutnya dengan harapan dapat segera meraih kemenangan pertama. Posisi sebagai juru kunci tentu bukan gambaran yang ingin dilihat klub setelah mengeluarkan dana besar untuk memperkuat skuad. Namun, perjalanan musim masih sangat panjang dan selisih poin pada tahap awal belum menentukan nasib sebuah tim di akhir kompetisi. Tantangan terbesar bagi De Zerbi adalah memastikan dua kekalahan tersebut tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan diri di ruang ganti. Tottenham harus segera menemukan cara mencetak gol, mengamankan poin, dan mengembalikan keyakinan para pemain.
Bagi De Zerbi, situasi sulit ini menjadi bagian dari proses membangun Tottenham yang baru. Ia tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan dua pertandingan, tetapi juga menyadari bahwa perbaikan harus dilakukan secepat mungkin. Kekalahan beruntun tanpa gol telah memberikan peringatan jelas bahwa sejumlah persoalan harus segera dibenahi. Dengan kualitas pemain yang dimiliki dan investasi besar yang sudah dilakukan klub, tekanan untuk menunjukkan perkembangan akan semakin besar pada pertandingan-pertandingan berikutnya. De Zerbi kini dituntut membuktikan bahwa proyek yang sedang dibangunnya mampu membawa Tottenham keluar dari dasar klasemen dan kembali menjadi tim yang kompetitif di Liga Inggris.