Jakarta, 26 September 2026 –
Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina pada Sabtu, 26 September 2026 masih mengikuti penyesuaian yang berlaku sepanjang bulan ini. Untuk wilayah DKI Jakarta dan sebagian besar Pulau Jawa, harga Pertalite tetap berada di level Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi dipasarkan Rp6.800 per liter. Pertamax RON 92 juga masih bertahan di Rp15.950 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo RON 98 dibanderol Rp19.600 per liter setelah mengalami penyesuaian pada awal September. Harga beberapa jenis BBM nonsubsidi memang berbeda antarwilayah karena dipengaruhi antara lain oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor di masing-masing daerah.
Untuk produk bensin nonsubsidi di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertamax dijual Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 berada di kisaran Rp19.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo mencapai Rp19.600 per liter. Pada kelompok diesel, Dexlite dibanderol Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Harga tersebut menunjukkan adanya selisih cukup besar antara BBM bersubsidi dan produk nonsubsidi dengan spesifikasi lebih tinggi. Konsumen karena itu perlu memperhatikan jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan sebelum melakukan pengisian.
Harga Pertalite sendiri tidak mengalami perubahan meskipun sebelumnya beredar informasi di media sosial yang menyebutkan produk RON 90 tersebut akan naik menjadi Rp13.500 per liter mulai 26 September. Kementerian ESDM telah membantah informasi tersebut dan memastikan kabar kenaikan itu tidak benar. Harga Pertalite pada 26 September tetap Rp10.000 per liter. Biosolar subsidi juga masih bertahan pada Rp6.800 per liter. Kepastian tersebut menjadi perhatian masyarakat karena kedua produk tersebut digunakan secara luas dan perubahan harganya dapat memberikan dampak langsung terhadap biaya transportasi.
Berbeda dengan Pertalite, sejumlah produk nonsubsidi telah mengalami kenaikan pada September 2026. Pertamax Turbo untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter. Dexlite meningkat dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, sementara Pertamina Dex bergerak dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Pertamax Green 95 juga tercatat berada di Rp19.150 per liter pada daftar harga terbaru bulan ini. Sementara itu, Pertamax RON 92 tidak mengalami perubahan dan tetap dijual Rp15.950 per liter di Jakarta serta sebagian besar wilayah Jawa.
Harga di luar Jawa tidak seluruhnya sama. Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, Pertamax berada di Rp16.300 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.000 per liter. Dexlite dipasarkan Rp24.200 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp25.750 per liter. Untuk Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamax tercatat Rp16.650 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.450 per liter. Perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya konsumen memeriksa harga berdasarkan wilayah tempat melakukan pengisian BBM.
Wilayah dengan ketentuan khusus juga memiliki harga berbeda. Di Free Trade Zone Sabang, Pertamax tercatat Rp14.950 per liter dan Dexlite Rp22.150 per liter. Sementara di FTZ Batam, Pertamax berada di Rp15.150 per liter, Pertamax Turbo Rp18.550 per liter, Dexlite Rp22.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp23.950 per liter. Adapun Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur memiliki harga yang secara umum sama dengan wilayah Jawa untuk sejumlah produk utama, termasuk Pertamax Rp15.950 dan Pertamax Turbo Rp19.600 per liter. Variasi tersebut terutama berkaitan dengan struktur harga dan ketentuan pajak yang berlaku di masing-masing wilayah.
Dengan demikian, harga BBM Pertamina pada 26 September 2026 tidak mengalami perubahan baru dibandingkan penyesuaian yang telah berlangsung pada September. Untuk wilayah Jakarta, Pertalite tetap Rp10.000, Pertamax Rp15.950, Pertamax Green 95 Rp19.150, Pertamax Turbo Rp19.600, Dexlite Rp23.700, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Konsumen perlu memperhatikan bahwa daftar harga BBM nonsubsidi dapat berbeda ketika melakukan perjalanan ke provinsi lain. Perubahan harga berikutnya akan bergantung pada evaluasi berbagai faktor yang menjadi dasar penetapan harga BBM nonsubsidi, termasuk kondisi harga minyak, nilai tukar, dan komponen pajak. Sementara untuk saat ini, kabar mengenai Pertalite naik menjadi Rp13.500 per liter pada 26 September dipastikan tidak berlaku.