Jakarta, 16 Mei 2026 – Kamar Dagang dan Industri China disebut menyampaikan sejumlah keluhan terkait kondisi iklim usaha kepada Prabowo Subianto. Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo menyatakan bahwa sejumlah persoalan yang disampaikan investor dan pelaku usaha asing juga dirasakan oleh pengusaha nasional. Situasi ini langsung menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan tantangan dunia usaha di tengah upaya pemerintah menarik investasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional dalam kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.
Pengamat ekonomi menilai keluhan dari pelaku usaha biasanya berkaitan dengan berbagai persoalan seperti regulasi, kepastian hukum, birokrasi, biaya operasional, hingga hambatan perizinan yang memengaruhi iklim investasi. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memang terus mendorong reformasi regulasi dan penyederhanaan perizinan untuk meningkatkan daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi regional. Namun di lapangan, pelaku usaha disebut masih menghadapi sejumlah tantangan yang dinilai memengaruhi efisiensi dan kenyamanan dalam menjalankan aktivitas bisnis. Karena itu, masukan dari investor asing maupun pengusaha nasional dianggap penting sebagai bahan evaluasi perbaikan kebijakan ekonomi.
Apindo menilai kondisi yang dirasakan pengusaha China bukan persoalan yang berdiri sendiri karena pengusaha dalam negeri juga menghadapi tantangan serupa di berbagai sektor usaha. Pengamat bisnis menyebut dunia usaha saat ini membutuhkan kepastian regulasi dan stabilitas kebijakan agar pelaku industri dapat melakukan ekspansi dan investasi jangka panjang dengan lebih percaya diri. Selain faktor birokrasi, isu infrastruktur, ketenagakerjaan, hingga biaya logistik juga sering menjadi perhatian utama kalangan pengusaha dalam menjaga daya saing usaha di tingkat nasional maupun internasional.
Hubungan ekonomi Indonesia dan China sendiri selama ini memiliki peran besar dalam sektor perdagangan, investasi, dan pembangunan infrastruktur. Banyak proyek strategis nasional melibatkan kerja sama investasi dari perusahaan asal China, sehingga komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha asing dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan hubungan ekonomi kedua negara. Pengamat hubungan internasional menilai kemampuan Indonesia menjaga iklim investasi yang sehat akan sangat berpengaruh terhadap kepercayaan investor global di tengah persaingan ekonomi kawasan Asia Tenggara yang semakin ketat.
Keluhan yang disampaikan Kadin China dan tanggapan Apindo kini kembali menyoroti pentingnya pembenahan iklim usaha di Indonesia secara menyeluruh. Banyak pihak berharap pemerintah dapat terus memperbaiki sistem regulasi dan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih efisien serta kompetitif bagi seluruh pelaku usaha. Di tengah tantangan ekonomi global dan persaingan investasi regional, stabilitas kebijakan dan kepastian usaha dinilai akan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.