Jakarta, 3 Mei 2026 – Menteri Kebudayaan menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelestarian Candi Borobudur sebagai living heritage atau warisan hidup yang tidak hanya dijaga secara fisik, tetapi juga nilai budaya dan spiritualnya.
Dalam pernyataannya, pemerintah menekankan bahwa Borobudur bukan sekadar situs sejarah, melainkan bagian dari identitas budaya yang harus terus dilestarikan secara berkelanjutan. Pendekatan ini mencakup pelibatan masyarakat serta menjaga keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan.
Upaya pelestarian dilakukan melalui berbagai program, termasuk penguatan edukasi, pengelolaan kunjungan wisata, serta perawatan struktur candi agar tetap terjaga keasliannya. Pemerintah juga mendorong kegiatan budaya yang relevan untuk menjaga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, kerja sama dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional, terus ditingkatkan guna memastikan pelestarian dilakukan sesuai standar yang tepat. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan situs sebagai warisan dunia.
Pengamat budaya menilai bahwa konsep living heritage memberikan ruang bagi masyarakat untuk tetap berinteraksi dengan warisan budaya tanpa mengurangi nilai autentiknya. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga relevansi situs di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian Borobudur, baik melalui kesadaran dalam berkunjung maupun partisipasi dalam kegiatan budaya.
Dengan komitmen yang terus diperkuat, Borobudur diharapkan dapat tetap menjadi simbol kebanggaan nasional sekaligus warisan budaya dunia yang terjaga hingga generasi mendatang.