Jakarta, 17 Mei 2026 – Pramono Anung mengungkap alasan pelaksanaan Car Free Day atau CFD di kawasan Jalan Rasuna Said baru akan efektif dimulai pada 1 Juni mendatang. Menurut Pramono, salah satu pertimbangan utama adalah kesiapan fasilitas penunjang dan pengaturan teknis agar pelaksanaan CFD dapat berjalan optimal tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan. Kebijakan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena kawasan Rasuna Said dikenal sebagai salah satu pusat bisnis dan jalur lalu lintas penting di ibu kota dengan tingkat mobilitas kendaraan yang sangat tinggi setiap harinya.
Pengamat transportasi perkotaan menjelaskan bahwa penerapan CFD di kawasan padat seperti Rasuna Said membutuhkan persiapan yang matang, terutama terkait rekayasa lalu lintas, fasilitas pejalan kaki, keamanan, dan akses transportasi umum. Berbeda dengan kawasan CFD yang sudah lebih dulu berjalan di Sudirman-Thamrin, area Rasuna Said memiliki karakter lalu lintas dan kepadatan aktivitas bisnis yang cukup kompleks. Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu memastikan seluruh fasilitas pendukung benar-benar siap agar masyarakat dapat memanfaatkan ruang publik tersebut secara aman dan nyaman.
Selain sebagai ruang olahraga dan rekreasi masyarakat, CFD juga dipandang sebagai bagian dari upaya mendorong gaya hidup sehat dan mengurangi polusi udara di perkotaan. Pengamat lingkungan menyebut kawasan bebas kendaraan bermotor dapat memberikan ruang lebih nyaman bagi masyarakat untuk berjalan kaki, berolahraga, dan menikmati aktivitas luar ruang tanpa dominasi kendaraan. Dalam kota besar seperti Jakarta, keberadaan ruang publik yang ramah pejalan kaki dinilai semakin penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban.
Pramono juga menyinggung pentingnya fasilitas penunjang seperti area parkir, jalur pedestrian, transportasi umum, hingga pengamanan selama pelaksanaan CFD berlangsung. Pengamat tata kota menilai keberhasilan sebuah kawasan CFD tidak hanya ditentukan oleh penutupan jalan dari kendaraan bermotor, tetapi juga kualitas fasilitas publik yang mendukung aktivitas masyarakat selama acara berlangsung. Karena itu, kesiapan infrastruktur dianggap menjadi faktor utama agar CFD baru di Rasuna Said dapat diterima dan dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Jakarta.
Rencana penerapan CFD di Rasuna Said mulai 1 Juni kini menjadi salah satu topik yang banyak dibahas masyarakat ibu kota. Banyak pihak berharap kawasan tersebut dapat menjadi ruang publik baru yang nyaman dan mendukung aktivitas sehat warga Jakarta di tengah padatnya lingkungan perkotaan. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas udara dan ruang terbuka publik, pengembangan kawasan bebas kendaraan bermotor dinilai akan terus menjadi bagian penting dari transformasi kota modern di Indonesia.