Jakarta, 21 September 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif membuka Indonesia Design Week (IDW) 2026 dengan menekankan bahwa desain tidak hanya berkaitan dengan estetika atau tampilan visual, tetapi juga menjadi bagian dari cara manusia menjalani kehidupan. Pandangan tersebut menempatkan desain sebagai instrumen yang memiliki hubungan erat dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, lingkungan, serta perubahan pola konsumsi. Melalui IDW 2026, pelaku industri kreatif mendapatkan ruang untuk memperlihatkan bagaimana gagasan desain dapat diterjemahkan menjadi produk dan solusi yang memiliki fungsi nyata. Forum tersebut juga menjadi tempat bertemunya desainer, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat. Pemerintah melihat kolaborasi lintas sektor sebagai bagian penting untuk memperkuat ekosistem desain nasional. Pengembangan desain diharapkan tidak berhenti pada penciptaan produk menarik, tetapi mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus menjawab kebutuhan sosial.
Dalam sambutannya, Wamenekraf menyoroti bahwa desain hadir hampir dalam seluruh aktivitas masyarakat. Produk yang digunakan sehari-hari, ruang tempat masyarakat beraktivitas, sistem pelayanan, hingga pengalaman digital merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari proses desain. Karena itu, kualitas desain dapat menentukan apakah suatu produk atau layanan mudah digunakan, relevan, aman, serta memberikan pengalaman yang baik kepada masyarakat. Pendekatan tersebut membuat profesi desainer memiliki peran yang semakin luas dibandingkan sekadar menghasilkan bentuk visual. Desainer dituntut memahami perilaku manusia sekaligus perubahan sosial dan teknologi yang terjadi. Kemampuan menerjemahkan berbagai kebutuhan tersebut menjadi solusi menjadi salah satu kekuatan industri desain dalam ekonomi kreatif.
Penyelenggaraan Indonesia Design Week 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat posisi desain Indonesia di tengah perkembangan industri kreatif global. Indonesia memiliki kekayaan budaya, material, keterampilan tradisional, serta karakter lokal yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan produk kontemporer. Namun, potensi tersebut membutuhkan pengembangan agar dapat menghasilkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar modern. Kolaborasi antara kreativitas tradisional dan teknologi menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai tambah. Desainer juga mempunyai peluang mengolah identitas lokal tanpa kehilangan fungsi maupun daya saing produknya. Dengan strategi yang tepat, kekuatan budaya dapat menjadi pembeda bagi produk Indonesia ketika memasuki pasar internasional.
Perkembangan teknologi turut mengubah proses kerja industri desain secara signifikan. Perangkat digital memungkinkan desainer mengembangkan konsep, membuat prototipe, melakukan simulasi, hingga berkolaborasi dengan pihak lain secara lebih cepat. Kecerdasan buatan juga mulai digunakan dalam berbagai tahapan kreatif dan menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru. Teknologi dapat mempercepat pekerjaan, tetapi keputusan kreatif tetap membutuhkan pemahaman mengenai konteks, fungsi, serta kebutuhan manusia. Perubahan tersebut membuat kemampuan adaptasi menjadi semakin penting bagi desainer dan pelaku ekonomi kreatif. Pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana untuk memperluas kreativitas dan produktivitas tanpa menghilangkan identitas serta nilai yang menjadi karakter desain Indonesia.
Selain teknologi, isu keberlanjutan menjadi bagian yang semakin penting dalam pengembangan desain. Produk tidak lagi hanya dinilai berdasarkan tampilan dan fungsinya, tetapi juga berdasarkan material, proses produksi, masa penggunaan, serta dampaknya setelah tidak lagi dipakai. Pendekatan desain berkelanjutan mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien sejak tahap awal pengembangan produk. Pemilihan bahan yang tepat, kemudahan perbaikan, penggunaan kembali komponen, dan pengurangan limbah menjadi sejumlah aspek yang dapat dipertimbangkan. Perubahan tersebut juga dipengaruhi meningkatnya perhatian konsumen terhadap dampak lingkungan dari produk yang mereka gunakan. Desainer karena itu memiliki posisi strategis untuk menentukan sebagian besar karakter suatu produk bahkan sebelum proses produksi dimulai.
Bagi pelaku usaha, desain memiliki hubungan langsung dengan kemampuan sebuah produk menciptakan nilai tambah. Produk dengan fungsi serupa dapat memiliki daya saing berbeda ketika menawarkan pengalaman penggunaan, identitas, kemasan, dan komunikasi yang lebih baik. Desain juga dapat membantu usaha mikro, kecil, dan menengah meningkatkan kualitas produknya sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Tantangannya adalah mempertemukan kemampuan kreatif desainer dengan kebutuhan bisnis yang dimiliki pelaku usaha. Forum seperti Indonesia Design Week dapat menjadi salah satu ruang untuk membangun hubungan tersebut. Ketika kolaborasi berlangsung sejak tahap pengembangan produk, desain dapat menjadi bagian dari strategi bisnis dan bukan sekadar tambahan pada tahap akhir produksi.
IDW 2026 sekaligus membuka kesempatan bagi desainer muda untuk membangun jaringan dan memperoleh pemahaman mengenai perkembangan industri. Regenerasi menjadi penting karena industri kreatif terus berubah mengikuti perkembangan teknologi, kebutuhan konsumen, serta munculnya model bisnis baru. Pendidikan desain juga perlu bergerak mengikuti perubahan tersebut dengan memberikan kemampuan teknis sekaligus pemahaman mengenai bisnis, teknologi, keberlanjutan, dan kebutuhan masyarakat. Talenta muda Indonesia memiliki kesempatan semakin besar untuk bekerja melampaui batas geografis melalui platform digital. Namun, peluang tersebut juga berarti persaingan berlangsung pada tingkat global. Penguatan kualitas sumber daya manusia karena itu menjadi salah satu fondasi agar industri desain Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong terciptanya ekosistem yang dapat menghubungkan kreator dengan industri, investor, pasar, serta berbagai lembaga pendukung. Ekosistem tersebut dibutuhkan karena ide kreatif memerlukan dukungan lain sebelum dapat berkembang menjadi produk atau usaha yang berkelanjutan. Perlindungan kekayaan intelektual juga menjadi bagian penting agar karya desainer memperoleh kepastian dan nilai ekonomi yang semestinya. Pada saat bersamaan, akses pembiayaan dan pasar perlu diperluas agar pelaku kreatif dapat mengembangkan skala bisnis. Kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dapat membantu mempercepat proses tersebut. Dengan dukungan yang semakin terintegrasi, desain berpotensi memberikan kontribusi lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Pesan bahwa desain bukan sekadar persoalan estetika menjadi salah satu gagasan utama yang dibawa dalam pembukaan Indonesia Design Week 2026. Desain dipandang sebagai proses memahami masalah, kebutuhan, dan perilaku manusia sebelum menghasilkan solusi yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan teknologi, tuntutan keberlanjutan, serta perkembangan industri membuat peran tersebut semakin luas. Indonesia memiliki modal berupa keragaman budaya, kreativitas masyarakat, dan jumlah talenta muda yang besar untuk membangun industri desain yang kompetitif. IDW 2026 diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan berbagai unsur tersebut sekaligus menghasilkan kolaborasi baru. Melalui penguatan ekosistem, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan talenta, desain dapat berkembang menjadi salah satu kekuatan penting dalam perjalanan ekonomi kreatif Indonesia.