Jakarta, 22 September 2026 – Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia harus mengawali pertandingan perempatfinal Asian Games 2026 dengan tertinggal 0-1 dari Malaysia. Jonatan Christie yang turun pada partai pertama gagal menyumbangkan angka setelah dikalahkan Leong Jun Hao melalui pertandingan tiga gim. Jonatan sebenarnya mampu mengamankan gim pembuka dengan skor ketat 22-20. Namun, Leong membalikkan keadaan dengan merebut dua gim berikutnya 21-12 dan 21-17. Pertandingan berlangsung di Court 1 Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Selasa siang.
Jonatan turun sebagai tunggal pertama Indonesia sekaligus menghadapi tekanan untuk memberikan keunggulan awal bagi Merah Putih. Pebulu tangkis yang saat ini menempati peringkat satu dunia tersebut berhadapan dengan Leong yang berada di peringkat ke-33 dunia. Pertemuan keduanya langsung berjalan sengit sejak awal karena Leong mampu mengimbangi permainan Jonatan. Kedua pemain terlibat persaingan poin yang ketat sepanjang gim pertama. Jonatan akhirnya mampu memanfaatkan momentum pada fase akhir untuk mengamankan gim pembuka. Kemenangan 22-20 membuat Indonesia sempat berada dalam posisi menjanjikan untuk mencuri poin pertama.
Situasi berubah drastis ketika memasuki gim kedua. Leong tampil lebih agresif dan berhasil menekan Jonatan sejak awal pertandingan. Wakil Malaysia tersebut mampu menciptakan jarak angka sekaligus membatasi kesempatan Jonatan mengembangkan permainan. Jonatan berusaha mengejar, tetapi tekanan Leong membuatnya kesulitan mengembalikan keadaan. Gim kedua akhirnya menjadi milik Leong dengan skor cukup telak 21-12. Hasil tersebut memaksa pertandingan dilanjutkan menuju gim ketiga untuk menentukan pemenang.
Pada gim penentuan, pertandingan kembali berlangsung lebih kompetitif. Jonatan mencoba memperbaiki ritme setelah kehilangan gim kedua, sementara Leong berupaya mempertahankan momentum yang telah diperolehnya. Kedua pemain kembali saling menekan dalam perebutan poin penting. Namun, Leong mampu menjaga keunggulannya ketika pertandingan memasuki fase krusial. Jonatan akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 17-21. Kekalahan 22-20, 12-21, 17-21 membuat Indonesia tertinggal 0-1 dari Malaysia.
Hasil tersebut menjadi kejutan tersendiri mengingat Jonatan datang ke pertandingan dengan catatan positif dalam pertemuannya dengan Leong sepanjang 2026. Sebelum perempatfinal Asian Games, Jonatan tercatat sudah tiga kali mengalahkan Leong pada tahun ini. Secara keseluruhan sebelum pertandingan tersebut, keduanya telah bertemu delapan kali dan Jonatan memegang keunggulan dalam catatan pertemuan. Namun, pertandingan beregu memiliki tekanan berbeda karena setiap kemenangan langsung memengaruhi skor negara. Leong berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan poin pembuka bagi Malaysia.
Indonesia sendiri langsung berada di babak perempatfinal setelah mendapatkan bye pada babak sebelumnya karena termasuk tim unggulan teratas berdasarkan peringkat BWF. Dengan demikian, duel menghadapi Malaysia menjadi pertandingan pertama Jonatan Christie dan kawan-kawan di nomor beregu putra Asian Games 2026. Malaysia harus menempuh jalur berbeda dengan bertanding sejak babak 16 besar. Mereka berhasil menyingkirkan Mongolia dengan skor telak 3-0 untuk mendapatkan tiket menghadapi Indonesia. Leong Jun Hao, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dan Justin Hoh menjadi penyumbang kemenangan Malaysia pada pertandingan tersebut.
Setelah kekalahan Jonatan, Indonesia mengandalkan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri pada partai kedua. Mereka menghadapi pasangan Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dalam pertandingan ganda putra. Laga tersebut menjadi sangat penting karena kemenangan akan membuat Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Sebaliknya, apabila Malaysia kembali memperoleh angka, Indonesia akan berada dalam tekanan besar karena hanya membutuhkan satu kemenangan tambahan untuk mengakhiri pertandingan. Format beregu putra menggunakan maksimal lima partai dengan tim pertama yang mendapatkan tiga kemenangan berhak melaju. Karena itu, setiap partai setelah kekalahan Jonatan mempunyai arti semakin besar bagi perjalanan Merah Putih.
Apabila pertandingan berlanjut ke partai ketiga, Indonesia menurunkan Alwi Farhan menghadapi Justin Hoh pada tunggal kedua. Setelah itu, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dijadwalkan melawan Aaron Chia/Tee Kai Wun pada partai ganda kedua. Jika skor masih belum menentukan pemenang hingga empat pertandingan, tunggal ketiga akan menjadi laga penutup. Indonesia telah menyiapkan Moh Zaki Ubaidillah untuk menghadapi Eogene Ewe. Susunan tersebut menunjukkan Indonesia masih mempunyai peluang untuk membalikkan keadaan meskipun kehilangan poin pada pertandingan pembuka. Hasil setiap laga berikutnya akan menentukan apakah duel kedua negara berlangsung hingga partai kelima.
Pertemuan Indonesia dan Malaysia di babak delapan besar menjadi salah satu pertandingan menarik karena kedua negara memiliki tradisi panjang di cabang bulu tangkis. Malaysia datang dengan modal kemenangan 3-0 atas Mongolia, sedangkan Indonesia membawa sejumlah pemain dengan peringkat dunia tinggi. Selain Jonatan, skuad Indonesia diperkuat Alwi Farhan serta dua pasangan ganda yang disiapkan untuk menghadapi kekuatan Malaysia. Kekalahan pada partai pertama membuat keunggulan di atas kertas tidak otomatis menentukan hasil pertandingan beregu. Malaysia menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan tekanan sejak pertandingan pembuka. Indonesia kini membutuhkan respons dari pemain-pemain berikutnya untuk mempertahankan peluang menuju semifinal.
Pemenang pertandingan Indonesia melawan Malaysia akan melaju ke semifinal Asian Games 2026 dan menghadapi pemenang duel Chinese Taipei melawan Thailand. Bagi Indonesia, tiket semifinal sekaligus memastikan peluang mendapatkan medali dari nomor beregu putra tetap terbuka. Kekalahan Jonatan membuat jalan menuju babak empat besar menjadi lebih menantang, tetapi masih tersedia empat pertandingan yang dapat dimainkan apabila diperlukan. Fokus Merah Putih kini beralih kepada Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan pemain berikutnya untuk mengejar ketertinggalan. Duel perempatfinal masih berlangsung sehingga skor 0-1 belum menjadi hasil akhir pertandingan Indonesia melawan Malaysia. Persaingan kedua tim akan ditentukan oleh kemampuan masing-masing pemain menjaga konsistensi pada partai-partai selanjutnya.