Jakarta, 22 Oktober 2026 – Masa depan Michael Carrick sebagai manajer Manchester United kembali menjadi sorotan setelah Setan Merah mengalami rentetan hasil mengecewakan pada awal musim 2026-2027. Kekalahan telak 1-4 dari Como 1907 di Liga Champions semakin meningkatkan tekanan terhadap pelatih berusia 45 tahun tersebut. Di tengah situasi itu, muncul tiga nama yang disebut berpotensi menjadi pengganti Carrick apabila manajemen memutuskan melakukan pergantian pelatih. Ketiganya adalah Antonio Conte, Fabian Hurzeler, dan Julian Nagelsmann. Pakar transfer Fabrizio Romano turut membahas kemungkinan perubahan di kursi kepelatihan Manchester United, meskipun belum terdapat keputusan resmi mengenai pemecatan Carrick.
Kekalahan dari Como menjadi pukulan terbaru bagi Manchester United yang belum mampu menemukan konsistensi permainan. Tim asuhan Carrick harus mengakui keunggulan wakil Italia tersebut setelah kebobolan empat gol dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Hasil itu memperpanjang catatan tanpa kemenangan Manchester United menjadi tujuh pertandingan berturut-turut di seluruh kompetisi. Performa buruk tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas strategi dan kemampuan tim menghadapi tekanan. Carrick yang sebelumnya memperoleh kepercayaan sebagai manajer permanen kini menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan kepercayaan diri para pemain. Situasi tersebut membuat spekulasi mengenai calon penggantinya semakin berkembang.
Nama pertama yang ramai dikaitkan dengan Manchester United adalah Antonio Conte. Pelatih asal Italia tersebut memiliki pengalaman panjang menangani sejumlah klub besar Eropa, termasuk Juventus, Chelsea, Inter Milan, Tottenham Hotspur, dan Napoli. Conte dikenal sebagai sosok yang mengutamakan kedisiplinan, organisasi pertahanan, serta intensitas permainan yang tinggi. Pengalamannya membawa Chelsea menjuarai Liga Inggris menjadi salah satu pencapaian yang memperkuat reputasinya. Ia juga memiliki rekam jejak meraih gelar domestik bersama klub-klub Italia. Dengan pengalaman tersebut, Conte dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang dapat dipertimbangkan Manchester United apabila membutuhkan perubahan pendekatan permainan.
Meski demikian, kemungkinan kedatangan Conte juga menghadirkan sejumlah pertimbangan bagi manajemen Setan Merah. Pelatih berusia 57 tahun itu dikenal memiliki tuntutan tinggi terhadap kualitas skuad dan dukungan dalam aktivitas transfer pemain. Pendekatan taktiknya kerap mengandalkan sistem tiga bek yang membutuhkan pemain dengan karakteristik tertentu. Manchester United perlu mempertimbangkan kesesuaian strategi tersebut dengan komposisi pemain yang tersedia. Selain itu, hubungan kerja antara pelatih dan manajemen menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas klub. Karena itu, ketertarikan terhadap Conte belum dapat diartikan sebagai kepastian bahwa ia akan menjadi pilihan utama.
Kandidat berikutnya adalah Fabian Hurzeler yang tengah menarik perhatian berkat pekerjaannya bersama Brighton & Hove Albion. Pelatih muda asal Jerman tersebut dikenal menerapkan permainan dinamis dengan tekanan agresif dan pergerakan pemain yang terorganisasi. Pendekatan tersebut dinilai sesuai dengan perkembangan sepak bola modern yang menuntut intensitas tinggi sepanjang pertandingan. Penampilan Brighton yang mampu bersaing di papan atas Liga Inggris turut memperkuat reputasi Hurzeler. Meski usianya relatif muda dibandingkan kandidat lainnya, ia telah menunjukkan kemampuan membangun struktur permainan yang kompetitif. Hal tersebut membuat namanya masuk dalam pembicaraan mengenai kemungkinan perubahan kepelatihan di Old Trafford.
Namun, membawa Hurzeler ke Manchester United bukan keputusan yang sederhana. Brighton memiliki struktur organisasi dan pendekatan perekrutan pemain yang berbeda dibandingkan klub sebesar Manchester United. Keberhasilan seorang pelatih di satu klub belum tentu dapat langsung diterapkan pada lingkungan dengan tekanan dan ekspektasi yang lebih tinggi. Hurzeler juga masih memiliki tanggung jawab terhadap tim yang sedang ditanganinya. Apabila Manchester United benar-benar ingin merekrutnya, pembicaraan dengan pihak terkait harus dilakukan melalui mekanisme yang sesuai. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai negosiasi untuk membawanya ke Old Trafford.
Nama ketiga yang masuk dalam pembahasan adalah Julian Nagelsmann. Pelatih asal Jerman tersebut memiliki pengalaman menangani RB Leipzig, Bayern Munchen, dan tim nasional Jerman. Nagelsmann dikenal memiliki fleksibilitas taktik serta kemampuan menyesuaikan pendekatan permainan dengan karakteristik lawan. Pengalamannya bekerja dengan pemain-pemain papan atas menjadi salah satu alasan namanya dikaitkan dengan klub besar Eropa. Dibandingkan Hurzeler, Nagelsmann memiliki pengalaman lebih luas dalam menghadapi tekanan pada level kompetisi elite. Namun, Manchester United tetap perlu mempertimbangkan kecocokan filosofi permainan dan rencana pembangunan skuad sebelum menentukan pilihan.
Di tengah munculnya ketiga kandidat tersebut, Romano sebelumnya menegaskan bahwa Manchester United belum mengambil langkah mendesak untuk mengganti Carrick. Ia menyebut manajemen masih memberikan dukungan kepada sang pelatih dan belum memulai pembicaraan resmi dengan kandidat pengganti pada saat keterangannya disampaikan. Dengan demikian, nama Conte, Hurzeler, dan Nagelsmann masih berada dalam ranah spekulasi serta laporan mengenai opsi yang mungkin dipertimbangkan. Carrick sendiri masih memiliki kesempatan memperbaiki keadaan ketika Manchester United menghadapi Bournemouth pada lanjutan Liga Inggris, Minggu (25/10/2026). Hasil pertandingan berikutnya akan menjadi bagian penting dalam evaluasi performa tim, meskipun keputusan mengenai masa depan pelatih sepenuhnya berada di tangan manajemen. Untuk sementara, perhatian Manchester United tetap tertuju pada upaya menghentikan rentetan hasil buruk dan mengembalikan stabilitas permainan.